TUGAS DAN JAWABAN UAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
BY MOHAMAD FAHRI HOWEL (E32)
- 1. Apa yang membedakan pengembangan software dengan pengembangan sistem informasi? Jelaskan !
Pada dasarnya perbedaan pengembangan software dan pengembangan sistem orientasi terutama adalah dari orientasinya dan scope nya.
Orientasi pada pengembangan software ialah menekankan pada reliability, relevansi, timelines, bagi specific program, dokumen dan data yang dikembangkan bagi suatu fungsi software tertentu. Sedangkan pada pengembangan sistem informasi orientasi nya mencakup hal yang lebih luas seperti penyederhanaan proses, interchangability antar software, interface yang baik, integrasi antar fungsi, fleksibilitas, kemudahan penggunaan, dan tersedianya reporting yang komprehensif, yang ditujukan bagi seluruh perusahaan, sehingga penyelerasannya akan lebih sulit karena harus mengakomodir seluruh komponen perusahaan.
Karena kedua hal tersebut sudah berbeda, maka metode pengembangan dan pemeliharaannya pun berbeda. Pengembangan dan pemeliharaan software lebih bersifat teknis, sedangkan pengembangan dan pemeliharaan sistem lebih bersifat strategic
- 2. Seringkali terjadi suatu kesalahan besar yang berakibat fatal pada organisasi, ketika mereka melakukan pengalihan dari suatu sistem lama ke sistem yang baru. Jelaskan mengapa fenomena ini terjadi! Jelaskan pula berbagai cara dalam pengkoversian sistem, dengan berbagai asumsinya agar kesalahan tersebut tidak terjadi. Jelaskan !
Yang sering terlewatkan namun merupakan hal yang paling penting dalam proses konversi sistem ialah pada tahap pengidentifikasian Model Bisnis atau Model Sistem yang ditawarkan. Pada tahap ini harus diidentifikasi apakah model bisnis yang ditawarkan pada sistem yang baru ialah merupakan solusi dari sistem yang lama atau tidak. Selain itu juga harus dipertimbangkan apakah model yang ditawarkan sesuai dengan cara kerja seluruh bisnis kita pada saat ini dan juga akan mengakomodir proses bisnis kita dalam jangka waktu tertentu kedepannya atau tidak. Setelah tahap itu baru lah dilakukan langkah selanjutnya sesuai dengan prosedur standar konversi sistem.
Proses konversi sistem itu sendiri agar tidak terulang kesalahan dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan sebagai berikut :
1. Sistem Paralel/Paralel Run
Pendekatan sistem parallel dilakukan dengan cara mengoperasikan sistem lama dan sistem baru secara bersamaan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Setiap hasil proses dievaluasi, disambung dan disesuaikan dengan kebutuhan user. Apabila sistem baru telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau menjadi lebih baik dari sistem lama maka dilakukan penggantian dengan sistem yang baru.
Kelebihan :
- User dapat melakukan pengecekan data pada sistem lama.
- Meningkatkan rasa aman bagi user.
Kekurangan :
- Penggunaan resource yang tinggi karena harus menangani sistem lama dan sistem baru.
- Biaya pengembangan dan konversi sistem yang membengkak.
2. Direct Cut-Over
Direct Cut Over adalah pendekatan konversi yang menekankan pada perubahan drastic pada sistem dengan cara sistem baru langsung digunakan untuk menggantikan sistem lama pada suatu saat/periode yang telah ditentukan. Dalam aplikasinya, pelaksanaan konversi dapat dilakukan dengan catatan:
- Telah dilakukan pengecekan secara sistem ekstensif.
- Adanya toleransi terhadap waktu tunggu (Time Delay).
- User dipaksa harus menggunakan sistem baru.
Resiko pada teknik Direct Cut-Over ini adalah:
- Delay yang lama berakibat terjadi makin banyak kesalahan.
- User menggunakan sistem yang belum dikenal.
- User tidak berkesempatan membandingkan antara sistem lama terhadap sistem baru.
3. Phased in Method
Strategi konversi ini menggabungkan dua pendekatan diatas (Parallel Run dan Direct Cut-Over) yaitu dengan mengurangi sebanyak-banyaknya resiko yang dapat terjadi. Pada awal konversi pendekatan yang dilakukan ialah parallel run selanjutnya pada pertengahan periode secara bertahap sistem lama digantikan sistem baru.
Keuntungan:
- User terlibat dalam konversi ini.
- Dapat mendeteksi bila terjadi kesalahan sistem/data.
Kerugian:
- Membutuhkan waktu yang lebih lama.
- Apabila sistemnya besar, strategi ini akan sulit dilakukan.
4. Pilot Approach atau Distributed Approach
Strategi konversi ini dilakukan apabila terdapat beberapa lokasi atau site. Misalnya pada sistem bank, franchise, restoran, supermarket dan lainnya. Pengujian dan pengoperasiannya dilakukan pada suatu site terpilih dan apabila hasilnya memuaskan baru dilakukan konversi di site lainnya.
- 3. Apa urgensi dari maintainability dari suatu software? Jelaskan!
Tidak seperti produk fisik, perangkat lunak ada hanya dalam bentuk digital, yang berarti bahwa tidak tergantung pada pemakaian atau busuk. Jadi secara teori adalah mungkin untuk memiliki software untuk berjalan selama bertahun-tahun tanpa modifikasi. Dalam prakteknya, hal ini jarang terjadi. Software seperti organisme yang terus berkembang dan berevolusi yang ada dalam lingkungan tertentu, dan harus beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Beberapa penyebab perawatan perangkat lunak adalah:
a) Memperbaiki cacat. Hal ini paling umum ketika perangkat lunak pertama masuk ke dalam menggunakan produksi dari pembangunan.
b) Berubah atau persyaratan bisnis baru. Dalam perkembangannya, proyek tersebut dapat mengalami perubahan sesuai dengan persyaratan. Tergantung pada tingkat keterlibatan pelanggan selama proses pengembangan dan penanganan persyaratan perubahan selama perkembangan, ada bisa lebih persyaratan perubahan setelah perangkat lunak masuk ke produksi.
c) Perubahan konteks eksekusi perangkat lunak. Yang dimaksud ialah penggunaan pada perangkat keras dan perangkat lunak lain yang dibutuhkan untuk aplikasi bisnis untuk dijalankan. Hal ini mencakup hal-hal seperti sistem operasi, database, aplikasi / web server, perpustakaan pemrograman, dan jaringan. Mengubah versi sistem operasi atau perangkat keras sering akan berdampak minimal pada aplikasi bisnis, tetapi membutuhkan upaya pemeliharaan untuk menguji aplikasi pada konfigurasi baru dan bermigrasi ke sana.
Jadi, perangkat lunak bisnis akan menghabiskan lebih banyak waktu dalam modus pemeliharaan dari dalam pembangunan, dan akan perlu dipertahankan / berubah cukup sering, maka sangat penting untuk perangkat lunak tersebut untuk selalu dimaintain untuk meminimalkan cost yang mungkin terjadi.
- 4. Apa yg saudara ketahui tentang ERP (Enterprise Resource Planning) dan bagaimana implementasi system informasi yang berbasiskan ERP. Jelaskan!
Enterprise Resource Planning, pada prinsipnya adalah integrasi dari praktek manajemen bisnis dan teknologi modern. Teknologi Informasi (TI) yang terintegrasi dengan proses bisnis inti bisnis perusahaan untuk merampingkan dan mencapai tujuan bisnis tertentu. Oleh karena itu ERP merupakan penggabungan dari tiga komponen yang paling penting; Praktek Manajemen Bisnis, Teknologi Informasi dan Bisnis Tujuan Tertentu. Dengan kata lain, ERP adalah suatu arsitektur perangkat lunak besar yang mendukung streaming dan distribusi informasi perusahaan secara geografis tersebar luas di seluruh unit-unit fungsional dari sistem bisnis. Hal ini memberikan para eksekutif manajemen bisnis dengan gambaran yang komprehensif tentang pelaksanaan bisnis yang lengkap yang pada gilirannya mempengaruhi keputusan mereka dengan cara yang produktif.
Istilah ERP awalnya disebut cara organisasi besar direncanakan untuk menggunakan sumber daya organisasi yang luas. Sebelumnya, sistem ERP digunakan di jenis industri yang lebih besar dan lebih dari perusahaan. Namun, penggunaan ERP telah berubah secara radikal selama beberapa tahun. Hari istilah dapat diterapkan untuk semua jenis perusahaan, yang beroperasi di segala bentuk dan besarnya bidang apapun.
Pada inti dari ERP adalah suatu terpusat dikelola dengan baik tempat penyimpanan data yang memperoleh informasi dari dan pasokan informasi ke aplikasi terfragmentasi beroperasi pada platform komputasi universal.
Informasi dalam organisasi bisnis besar akumulasi pada berbagai server di seluruh unit fungsional banyak dan kadang-kadang dipisahkan oleh batas-batas geografis. pulau-pulau informasi tersebut mungkin dapat layanan unit organisasi individu tetapi gagal untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang luas, kecepatan dan kompetensi.
Dalam hal itu arsitektur perangkat lunak ERP mungkin dapat menyelubungi berbagai fungsi luas perusahaan dan mengintegrasikan mereka ke dalam bentuk database tunggal yang bersatu. Misalnya, fungsi seperti Sumber Daya Manusia, Supply Chain Management, Customer Relationship Management, Keuangan, Gudang Manajemen Manufaktur dan Logistik semua sebelumnya berdiri sendiri aplikasi perangkat lunak, biasanya disimpan dengan aplikasi mereka sendiri, database dan jaringan, tetapi hari ini, mereka semua dapat bekerja di bawah payung tunggal – ERP arsitektur.
Agar sistem perangkat lunak untuk dipertimbangkan ERP, itu harus memberikan usaha dengan koleksi macam fungsi yang didukung oleh fitur seperti fleksibilitas, modularitas & keterbukaan, luas, proses bisnis terbaik dan fokus global.
Integrasi adalah kunci untuk ERP Systems. Integrasi merupakan unsur yang sangat signifikan terhadap sistem ERP. Integrasi antara proses bisnis membantu mengembangkan komunikasi dan distribusi informasi, sehingga untuk meningkatkan produktivitas yang luar biasa, kecepatan dan kinerja.
Tujuan utama dari sistem ERP adalah untuk mengintegrasikan informasi dan proses dari seluruh divisi fungsional dari suatu organisasi dan bergabung untuk akses yang mudah dan alur kerja yang terstruktur. Integrasi ini biasanya dicapai dengan membangun sebuah bentuk database tunggal yang berkomunikasi dengan aplikasi perangkat lunak menyediakan beberapa divisi yang berbeda dari suatu organisasi dengan berbagai statistik bisnis dan informasi.
Sistem ERP yang Ideal
Suatu sistem ERP akan memenuhi syarat sebagai model terbaik untuk arsitektur solusi enterprise lebar, jika rantai semua proses organisasi di bawah ini bersama-sama dengan database repositori pusat dan platform komputasi yang menyatu dari proses – proses berikut :
a) Manufacturing
b) Finansial
c) Sumber Daya Manusia
d) Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management)
e) Proyek (Penetapan biaya, penagihan, manajemen kegiatan, waktu dan biaya)
f) Customer Relationship Management
g) Gudang Data (Data Warehouse)
Kelebihan Sistem ERP
Ada banyak keuntungan dari menerapkan sistem ERP, seperti yang tercantum di bawah ini :.
a) Sebuah sistem sempurna yang terintegrasi chaining semua bidang fungsional bersama
b) Kemampuan untuk merampingkan proses dan alur kerja organisasi yang berbeda
c) Kemampuan untuk berkomunikasi dengan mudah informasi di berbagai departemen
d) Peningkatan efisiensi, kinerja dan tingkat produktivitas
e) Enhanced tracking dan peramalan (forecasting)
f) Peningkatan pelayanan dan kepuasan pelanggan
Kekurangan Sistem ERP
a) Ruang lingkup kustomisasi terbatas dalam beberapa situasi
b) Proses bisnis yang ada sekarang harus dipikirkan kembali untuk membuat mereka menyinkronkan dengan ERP
c) Sistem ERP sangat mahal untuk diterapkan
d) Ada kemungkinan kurangnya dukungan teknis yang berkesinambungan
e) Sistem ERP mungkin terlalu kaku untuk organisasi khusus yang baik baru atau ingin bergerak ke arah yang baru dalam waktu dekat
Daftar Pustaka :
http://www.basilv.com/psd/blog/2006/the-importance-of-maintainable-software
http://www.erpfans.com/erpfans/erpdefinition/erp001.html
http://www.doc.state.mn.us/publications/documents/Deliverysystemschangeprocess.pdf
http://www.ibm.com/common/ssi/fcgi-bin/ssialias?infotype=SA&subtype=WH&appname=SWGE_RA_RA_USEN&htmlfid=RAW14149USEN&attachment=RAW14149USEN.PDF
Paper Sistem Informasi Manajemen – Magister Bisnis IPB
Outsourcing dan Insourcing dalam Sistem Informasi
Outsourcing dan insourcing dalam sistem informasi adalah suatu kegiatan dalam pengelolaan sistem informasi perusahaan, dimana perusahaan memilih untuk menggunakan internal atau external resource dalam mengelola sistem informasi perusahaan, baik secara parsial ataupun menyeluruh.
Dalam pemilihan format pengelolaan sistem informasi, baik itu secara outsourcing atau insourcing, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan dengan baik sistem mana yang lebih baik untuk perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai sumber daya seperti SDM yang ada, Hardware yang sudah dimiliki saat ini, knowledge perusahaan dalam pengelolaan sistem,dan sumber daya keuangan.
- Sistem Informasi
Sistem informasi terbagi menjadi kata yang masing pun mempunyai arti jika berdiri sendiri. Untuk lebih dapat mengartikan pengertian sistem informasi maka perlu didefinisikan masin – masing kata tersebut.
Beberapa sumber mendefinisikan system sebagai berikut :
“Sistem ialah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan”—from Internet Sources
“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu”. Jerry FithGerald
“Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan”. Ludwig Von Bartalanfy
Beberapa definisi informasi :
“Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang”. Gordon B Davis.
“Informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.” Burch dan Strater
“Informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna.” George R. Terry, Ph. D.
Setelah mengetahui definisi tersebut maka definisi sistem informasi dapat disimpulkan ialah sebagai berikut
Sistem informasi adalah suatu system yang terdiri dari beberapa elemen terkait untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data.
- Outsourcing dan Insourcing
Pemilihan alternatif pengembangan sistem informasi yang tepat merupakan suatu keharusan bagi suatu organisasi. Kesalahan di dalam pemilihan alternatif akan menyebabkan investasi yang telah dilakukan serta waktu yang terpakai akan menjadi sia-sia.
Outsourcing, sebagai salah satu alternatif pengembangan sistem informasi sumber daya informasi dipilih sebagai alternatif yang paling sesuai untuk diterapkan perusahaan. Kekuatan alternatif ini adalah pihak perusahaan tidak usah terlalu dipusingkan dengan masalah sistem informasi mereka. Perusahaan hanya bertanggung jawab untuk menyediakan dana yang dibutuhkan. Masalah mengenai hardware, sofware, dan maintenance sistem merupakan tanggung jawab pihak vendor. Pilihan dilakukannya outsourcing oleh suatu perusahaan pada intinya desebabkan semakin meningkatnya kegiatan bisnis suatu perusahaan pada satu sisi dan adanya keterbatasan SDM internal dari segi kuantitas maupun knowledge untuk mengatasi secara baik (efektif dan efisien) meningkatnya kegiatan bisnis tersebut.
Insourcing, ialah merupakan penggunaan resource internal perusahaan untuk mengelola system informasi nya sendiri. Hal ini biasanya merupakan kegiatan umum perusahaan dimana perusahaan memiliki staff IT sendiri karena pada dasarnya setiap perusahaan ingin memiliki sebuah system yang sesuai dengan core dan value bisnis dari perusahaan sendiri. Bentuk Insourcing biasanya memiliki pandangan lebih baik mengenai bagaimana system yang diinginkan dan diperlukan oleh perusahaan agar dapat siklus kerja perusahaan menjadi lebih baik dan dapat memberikan informasi yang produktif bagi manajemen.
- III. Kelebihan atau Kekurangan Outsourcing dan Insourcing
- Outsourcing
Beberapa permasalahan yang sering timbul dengan dipilihnya outsourcing adalah perusahaan berusaha menjaga integritas dari system yang mereka kelola dan berharap bahwa pengelolaan system tersebut dilakukan secara lebih professional, sehingga outsourcing bias juga dikatakan sebagai “manifestasi” ketidakpercayaan manajemen atau ketidakmampuan perusahaan terhadap pengelolaan IT internal
Berbagai pertimbangan yang mendorong penulis untuk memilih Outsourcing sebagai alternatif terbaik dalam mengembangkan Sistem Informasi Sumberdaya Informasi adalah sebagai berikut :
- Biaya pengembangan sistem sangat tinggi
- Resiko tidak kembalinya investasi yang dilkukan sangat tinggi
- Ketidakpastian untuk mendapatkan sistem yang tepat sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan
- Faktor waktu/kecepatan
- Proses pembelajaran pelaksana sistem informasi membutuhkan jangka waktu yang cukup lama
- Tidak adanya jaminan loyalitas pekerja setelah bekerja cukup lama dan terampil.
Namun outsourcing pun memiliki kelebihan tersendiri :
- Biaya teknologi yang semakin meningkat dan akan lebih murah jika perusahaan tidak berinvestasi lagi tetapi menyerahkannya kepada pihak ketiga dalam bentuk outsourcing yang lebih murah dikarenakan outsourcer menerima jasa dari perusahaan lainnya sehingga biaya tetap outsourcer dapat dibagi beberapa perusahaan.
- Mengurangi waktu proses, karena beberapa outsourcer dapat dipilih untuk bekerja bersama-sama menyediakan jasa ini kepada perusahaan.
- Jasa yang diberikan oleh outsourcer lebih berkualitas dibandingkan dikerjakan sendiri secara internal, karena outsourcer memang spesialisasi dan ahli dibidang tersebut.
- Perusahaan tidak mempunyai pengetahuan tentang sistem teknologi ini dan pihak outsourcer mempunyainya.
- Perusahaan merasa tidak perlu dan tidak ingin melakukan transfer teknologi dan transfer pengetahuan yang dimiliki outsourcer.
- Meningkatkan fleksibilitas untuk melakukan atau tidak melakukan investasi.
- Mengurangi resiko kegagalan investasi yang mahal.
- Penggunaan sumber daya sistem informasi belum optimal. Jika ini terjadi, perusahaan hanya menggunakan sumber daya sistem yang optimal pada saat-saat tertentu saja, sehingga sumber daya sistem informasi menjadi tidak dimanfaatkan pada waktu yang lainnya.
- Perusahaan dapat menfokuskan pada pekerjaan lain yang lebih penting.
- Insourcing
In-sourcing adalah metode pengembangan sistem informasi yang hanya melibatkan sumber daya di dalam suatu organisasi atau suatu perusahaan. Sistem informasi mengenai operasi sistem pada pihak manajemen untuk memberikan pengarahan dan pemeliharaan sistem dalam hal ini pengendalian ketika sistem bertukar input dan output dengan lingkungannya.
Keuntungan
- Keunggulan dalam menerapkan metode in-sourcing diantaranya :
- Umumnya sistem informasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena karyawan yang ditugaskan mengerti kebutuhan sistem dalam perusahaan.
- Biaya pengembangannya relatif lebih rendah karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
- Sistem informasi yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan dan dapat segera melakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut.
- Sistem informasi yang dibangun sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan dokumentasi yang disertakan lebih lengkap.
- Mudah untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan (maintenance) terhadap sistem informasi karena proses pengembangannya dilakukan oleh karyawan perusahaan tersebut.
- Adanya insentif tambahan bagi karyawan yang diberi tanggung jawab untuk mengembangkan sistem informasi perusahaan tersebut.
- Lebih mudah melakukan pengawasan (security access) dan keamanan data lebih terjamin karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
- Sistem informasi yang dikembangkan dapat diintegrasikan lebih mudah dan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada.
Kelemahan
- Kelemahan dalam menerapkan metode in-sourcing adalah :
- Keterbatasan jumlah dan tingkat kemampuan SDM yang menguasai teknologi informasi.
- Pengembangan sistem informasi membutuhkan waktu yang lama karena konsentrasi karyawan harus terbagi dengan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien.
- Perubahan dalam teknologi informasi terjadi secara cepat dan belum tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih (tidak up to date).
- Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer sehingga ada konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan.
- Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan sistem informasi karena bukan merupakan core competency pekerjaan mereka.
- Kurangnya tenaga ahli (expert) di bidang sistem informasi dapat menyebabkan kesalahan persepsi dalam pengembangan distem dan kesalahan/resiko yang terjadi menjadi tanggung jawab perusahaan (ditanggung sendiri).
- Keputusan Perusahaan dalam pemilihan metode : Outsourcing vs Insourcing
Semakin banyaknya organisasi-organisasi yang mengimplementasikan IT (information technology) di lingkungan internalnya merupakan salah satu tolok-ukur meningkatnya kesadaran lembaga atas akselerasi, efisiensi maupun efektifitasnya. Banyak strategi yang sudah ditempuh oleh organisasi-organisasi tersebut. Mulai dari yang sifatnya try and error hingga menerapkan framework menurut best-practices yang sudah disusun oleh berbagai kalangan menurut kebutuhannya masing-masing.
Pola umum yang digunakan oleh setiap organisasi tersebut dalam strateginya adalah melakukan alih-sumberdaya (outsourcing), mengelolanya secara mandiri dengan tim internal maupun kombinasi di antara kedua pola tersebut.
Problem muncul saat organisasi menetapkan pola yang akan digunakan di dalam strategi mereka. Terutama jika kemudian sistem try and error lebih dominan karena minimnya pengalaman dan literasi implementasi IT di dalam organisasi. Keputusan pemilihan metode tersebut apakah akan menggunakan outsourcing atau insourcing akan menjadi langkah crucial yang akan menentukan perkembangan sistem informasi ke depannya. Pertimbangan – pertimbangan khusus yang dapat digunakan untuk membantu pemilihan tersebut sebagai berikut :
- Dinamika Organisasi
Setiap organisasi selalu memiliki keunikan tersendiri. Identifikasi mengenai kekuatan dan kelemahan nilai – nilai dalam organisasi harus diselaraskan dengan metode sistem informasi yang akan dipilih. Sinergi antara dinamika organisasi dengan sistem informasi yang dikembangkan akan menjad fondasi mengenai perkembangan sistem tersebut ke depannya.
- Manajemen Perubahan Organisasi
Perubahan adalah sebuah merupakan pilihan organisasi untuk tetap menjadi pihak yang mampu bertahan dalam pengelolaan sistem ini. Keinginan perusahaan untuk terus evolving dalam sistem yang digunakan merupakan suatu nilai lebih agar perusahaan dapat berkembang menjadi lebih baik dalam pengelolaan sistem informasinya.
- Ketersediaan Sumber Daya
Identifikasi mengenai ketersediaan sumber daya di perusahaan perlu dilakukan untuk dapat melakukan pemilihan. Setiap strategi selalu bergantung dari daya dukung sumber daya yang dimilikinya. Strategi terbaik adalah perencanaan yang disusun dengan berbasiskan analisa sumber daya empiris yang dimiliki dan kemampuan untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Kemampuan untuk bersikap realistis terhadap ketersediaan sumber daya merupakan hal penting dalam implementasi IT di dalam organisasi.
- Keterkaitan dengan Pihak-Pihak Eksternal
Seluruh organisasi selalu memiliki hubungan dan keterkaitan dengan pihak-pihak di luar organisasi tersebut dengan berbagai tujuan serta kebutuhan.
Pihak-pihak eksternal tersebut memiliki kontribusi baik secara positif atau negative. Sejauh mana perusahaan memiliki historical relationship yang baik dengan vendor – vendor rekanan menjadi factor ang perlu dipertimbangkan. Dengan begitu perusahaan dapat melakukan mapping mengenai hubungan ke depannya terhadap penggunaan perusahaan terhadap produk vendor – vendor tersebut.
- Dinamika dan Perubahan di Bidang Teknologi
Tekhnologi berubah dengan sangat cepat. Sejauh mana perusahaan mampu beradaptasi terhadap kondisi tersebut juga perlu dianalisa. Sejauh mana kemampuan korporasi menyerap perkembangan teknologi perlu dijadikan pertimbangan. Kondisi tersebut dapat dianalisa berdasarkan pengidentifikasian resource ditambah historical experience perusahaan terhapa perubahan tekhnologi yang pernah terjadi. Dari situ dapat dinilai apakah perusahaan mampu mengimbangi perubahan tersebu atau tidak. Hal ini dijadikan pertimbangan agar kesannya perusahaan tidak terlalu bernafsu dalam implementasi sistem, padahal perusahaan tidak memiliki kemampuan untuk itu.
| PRO OUTSOURCING | KONTRA OUTSOURCING |
| - Business owner bisa fokus padacore business.
- Cost reduction. - Biaya investasi berubah menjadi biaya belanja. - Tidak lagi dipusingkan dengan oleh turn over tenaga kerja. - Bagian dari modenisasi dunia usaha (Sumber : Pekerjaan Waktu Tertentu dan “Outsourcing, www.sinarharapan.co.id) |
- Ketidakpastian status ketenagakerjaan dan ancaman PHK bagi tenaga kerja. (Sumber: www.hukumonline.com)
- Perbedaan perlakuan Compensation andBenefit antara karyawan internal dengan karyawan outsource. (Sumber: “Outsourcing, Pro dan Kontra” http://recruitmentindonesia.wordpress.com) - Career Path di outsourcing seringkali kurang terencana dan terarah. (Sumber: “Outsourcing, Pro dan Kontra” http://recruitmentindonesia.wordpress.com) - Perusahaan pengguna jasa sangat mungkin memutuskan hubungan kerjasama denganoutsourcing provider dan mengakibatkan ketidakjelasan status kerja buruh. (Sumber: “Outsourcing, Pro dan Kontra” http://recruitmentindonesia.wordpress.com) - Eksploitasi manusia (Sumber : Pekerjaan Waktu Tertentu dan “Outsourcing,www.sinarharapan.co.id) |
Pro dan kontra outsourcing sistem informasi
- Kesimpulan
Pada umumnya pemilihan mengenai outsourcing atau insourcing pada perusahaan hanya menekankan pada angka atau biaya yang harus dikeluarkan. Sesungguhnya dengan pemilihan metode yang baik seperti yang disebutkan di atas maka ada nilai lebih yang bisa diberikan sistem informasi bagi perusahaan. Dengan mempertimbangkan factor – factor tersebut di atas, maka biaya yang timbul akibat pemilihan metode tersebut akan memberikan nilai atau value yang lebih besar bagi perusahaan ke depannya. Oleh karena itu maka kompleksitas pemilihan metode pengelolaan sistem informasi harus dikaji dengan seksama, sebelum pemilihan, agar sistem pengelolaan yang digunakan akan memberikan dampak maksimum bagi perusahaan.
Daftar pustaka
- www.arsipjogjaprov.info/archieve/artikel/sia.sisteminformasi.pdf
- http://pranadewananda.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/11/pengadaan-sistem-informasi-perusahaan-melalui-outsource-sistem-informasi/
- http://www.setiabudi.name/archives/1141
- http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/view/1341/1124
- O’Brien, James A. Management Information Systems : Managing Information Technology In The Networked Enterprise. Third Edition. Irwin
Welcome to Blog Mahasiswa MB IPB. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Url your blog Blog Mahasiswa MB IPB
